Untuk bernyanyi. Bagimu.
kamu datang memeluk gitar. Bersama kawan-kawan lain membuat lingkaran kecil bersamaku. Di pojok kelas. Kita menyanyi lagu apa saja saat itu. entah yang sedang tren, lagu jadul, lagu kesukaan , bahkan lagu yang dibenci. semua terdengar indah dinyanyikan bersama.
Seorang teman bangkit berdiri. Satu lagi kembali ke tempat duduknya. Beberapa yang lain mengerjakan sisa tugas yang belum selesai. sisanya entah menghilang kemana. Meninggalkan kita berdua.
Berempat. Aku dan sakit hatiku. Kamu dan gitar di pangkuanmu.
"Kamu tau lagu ini?" Tanyamu menyebutkan sebuah lagu. lagu itu soundtrack film. Disney.
Aku mengangguk. Menjawab iya. Tanganmu mulai bermain memetik senar gitar. Aku membiarkanmu menyanyi sendiri. Aku mendengarkan. Aku pendengar yang baik.
Satu lagi selesai. Kamu tersenyum melihatku. Satu lagu lagi mengalun. Aku merasa asing. Kali ini tatapanmu tidak mengarah pada permainan gitarmu. Kamu melirikku dengan sebelah mata sambil menyanyikan lirik.
Aku jatuh cinta.
Kita berlima sekarang. Kamu, masih dengan gitar di pangkuanmu. Aku, kini dengan bayangmu, dan lagu kenangan.
Surabaya, 4 Mei 2014
Itu dulu. Dulu sekali. Cerita yang seharusnya telah berubah jadi dongeng. Tapi dongeng kita tak pernah berakhir bahagia selama-lamanya. Jadi biar begitu saja.
Cerita kosong di pojok kelas.
Jd inget dl suka meeting dpojok kls cm skdr saling curhat berdua... like bgt ama tulisan dek Rahma
ReplyDeleteAda banyak cerita di pojok kelas ya mbak :)
ReplyDeletealhamdulillah. Tapi masih harus banyak belajar aku mbak