Wednesday, January 22, 2014

Kereta-a short story

Kereta datang. Terlambat.

Seperti aku yang terlambat datang bulan. Belum besar benar. Baru dua bulan usianya. Dua bulan lebih juga dari usia pernikahan.

“Jadi maukah kau membagikan sedikit cintamu untuk kujadikan penutup doaku?”
Aku terisak. Mengangguk. Dia menyematkan cincin di jari manis.
Cincin dari ilalang yang kami rangkai berdua. 

Darahku berdesir saat mas Ridwan mencium bibirku. Melumatnya. 

Ada yang menyentuh bibirku lembut. Melumatnya pelan. Rasa anyir darah terasa di lidah.

Aku jatuh cinta lagi. 


Kereta-
Check this out soon

No comments:

Post a Comment